Lagi, Ditemukan Kasus Pasien Meninggal akibat Obat Bius


dd.png

Kasus meninggalnya pasien setelah operasi dengan memakai obat bius kembali terjadi. Setidaknya tiga pasien meninggal di Rumah Sakit Mitra Husada, Pringsewu, Lampung, dan dugaan kasus serupa di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Seperti dimuat dalam Harian Kompas (8/4/16) Ketiga pasien itu meninggal setelah pemakaian obat anestesi Bupivacaine injeksi produksi PT Bernofarm. Tim Kementrian Kesehatan kini menginvestigasi kasus itu.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes Bambang Wibowo, Kamis (7/4), di Jakarta, mengatakan, tiga pasien RS Mitra Husada, Pringsewu, meninggal setelah dioperasi, pada kurun 2-6 April 2016, diduga akibat obat anestesi Bupivacaine injeksi buatan Bernofarm.

Tiga pasien tersebut yakni Supripto (62), pasien operasi tumor kaki; Reyhan Mahardika (16), operasi varikokel, pembesaran pembuluh vena di testis; dan Devi Franita (30), pasien operasi caesar.

“Sejak Rabu (6/4) malam, surat pelarangan sementara pemakaian Bupivacaine injeksi Bernofarm disebar demi mencegah terulangnya kasus yang sama di tempat lain,” ujarnya.

Dari informasi diperoleh, tiga pasien di Pringsewu kejang-kejang. Terkait kasus sama di Mataram, ia belum menerima informasi jelas.

Pelaksana Harian Kepala BPOM Ondri Dwi Sampurno mengatakan, tim investigasi BPOM mengumpulkan data dan informasi terkait kasus itu di Lampung.

Selain mengambil sampel di RS Mitra Husada untuk uji mutu, tim BPOM juga memeriksa sampel obat anestesi tersebut di sarana produksi dan distribusi, yakni pabrik, pedagang besar farmasi, dan apotek.

“Kami akan uji isi obat anestesinya. Kami juga menginvestigasi apakah Bupivacaine dari Bernofarm jadi penyebabnya karena di lokasi juga ditemukan obat anestesi Bupivacaine produk lain,” ujarnya.

Kasus serupa sebelumnya juga terjadi di Rumah Sakit Siloam Karawaci Tangerang. Dua pasien meninggal dunia setelah pemberian obat anestesi Buvanest Spinal produksi PT Kalbe Farma.

Menanggapi kasus tersebut salah satu dosen Manajemen Rumah Sakit FKM Unhas yaitu Ibu Adelia U. Ady Mangilep, SKM., MARS, sebenarnya penyebab meninggalnya pasien di rumah sakit disebabkan oleh berbagai hal yang pertama ditinjau dari manajemen rumah sakit itu sendiri dari segi pengelolaan logistik mungkin saja obat bius tersebut telah expired. Kedua dari segi SDM, obat bius hanya dapat digunakan pada kondisi tertentu dan hanya boleh diberikan oleh Dokter Anastesi.  Namun dalam kasus ini, belum diketahui pasti faktor mana yang menjadi penyebabnya, oleh karena itu sebagai saran untuk sakit agar memperbaiki manajemen logistik khususnya pengelolaan obat. Keamanan harus ditingkatkan, serta SDM yang berkompeten dan bekerja sesuai dengan prosedur.

Sumber: http://health.kompas.com

Categories: Kesehatan | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan di HMSC untuk pengembangan web blog ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: