Seberapa Efektifkah Residensi bagi Mahasiswa MRS FKM Unhas … ???


Telah kita ketahui bahwa mahasiswa bagian manajemen rumah sakit wajib mengambil mata kuliah residensi sebagai pengganti magang sebanyak tiga kali yang mulai di programkan pada semester 5, 6 dan 7.

Kami selaku divisi infokom telah mewawancarai beberapa mahasiswa mengenai keefektifan residensi. Berikut argument mereka :

  • Dengan adanya mata kuliah residensi, kita bisa turun langsung ke rumah sakit melihat bagaimana sih rumah sakit itu, apa saja yang ada di dalamnya, bagaiman kinerja SDMnya, tupoksinya, dll. Dulunya, saya hanya tau rumah sakit itu hanya tempat orang sakit dirawat. Setelah saya residensi, saya bisa tau ternyata di dalam rumah sakit itu sangat banya hal-hal yang belum saya ketahui. Selain itu, dengan adanya residensi ini, saya dapat mengetahui alur perumahsakitan. Sebagai anak MRS kita tentu harus tau alur rumah sakit, karena kedepannya kita yang akan bekerja di sana, jadi untuk itu, kita perlu tau apa saja yang ada dalam rumah sakit. Saya bisa membayangkan, jika tidak ada praktik langsung seperti ini, ilmu yang hanya didapatkan dari teori tidak akan cukup. Karena dengan praktik langsung, kita bisa mengetahui secara langsung apa sebenarnya rumah sakit itu.

  • Kalau bisa residensi jangan pakai seragam hitam putih atau PDH. Baju beabs boleh tapi tetap ada ciri khasnya kalau kita mahasiswa residensi, seperti jas residensi mungkin. Hehehe..

  • Menurut saya, residensi 1 ini saya mendapat banyak ilmu dan pengalaman yang tidak bisa saya dapatkan hanya dengan perkuliahan di kampus. Residensi 1 ini dapat dikatakan efektif jika mahasiswa tersebut aktif bertanya dan berkonsultasi dengan pembimbing klinik dan pegawai instalasinya mengenai berbagai materi terkait. Tidak hanya sekedar pengambilan data, mahasiswa juga dituntut untuk peka terhadap berbagai permasalahan terkait perumahsakitan. Sehingga mahasiswa menjadi lebih kritis dalam menanggapi kegiatan perumahsakitan.

  • Menurut saya dari residensi satu sampai tigayang paling terasa sekali adalah pembayarannya yang mahal dan tidak sama setiap rumah sakit yang menurut saya sangat tidak adil, mungkin ada solusi dari jurusan mengenai hal ini. Yang kedua, kurangnya waktu, cuman dua kali seminggu. Menurut saya sangat tidak efektif karena kita tidak bisa tau tentang orang-orang dalam rumah sakit karena kurang waktu untuk komunikasi. Dan sudah tepat sekali keputusan jurusan untuk mengubah sistem residensi menjadi magang tidak ada lagi yang dipisahkan.

Dari beberapa argumen di atas mengenai kefektifan residensi dapat kita lihat bahwa residensi memberikan banyak manfaat bagi mahasiswa MRS. Banyak pengetahuan yang didapat dari mata kuliah ini yang tidak didapatkan hanya di bangku perkuliahan semata. Disisi lain, residensi dinilai kurang efektif karena waktu pelaksanaannya yang hanya dua kali seminggu, yang tidak cukup untuk mengambil atau mencari informasi

Categories: Kesehatan | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan di HMSC untuk pengembangan web blog ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: