Beda Rumah Sakit, Beda Diagnosa


Makassar, Maret 2015

Salah seorang Mahasiswi FKM Unhas mengalami kecelakaan di daerah Workshp, Unhas. Mahasiswi tersebut mengalami fraktur (patah tulang) pada jari-jari kakinya. dia kemudian dilarikan ke salah satu rumah sakit terdekat (RS X). Dari hasil dignosa dokter di RS tersebut, kaki dari mahasiswi ini harus diberikan tindakan yaitu operasi dibagian jari kaki.

Namun, karena belum memiliki BPJS, dan biaya operasi (bedah) dari luka tersebut tidak sedikit. Dia meminta untuk dipindahkan ke rumah sakit lain (RS Y). Keesokan harinya, Dia pindah ke rumah sakit Y. Dri rumah sakit tersebut, ternyata diagnosanya berbeda dari rumah sakit X. Dokter di rumah sakit Y, tidak menyarankan untuk dilakukan tindakan operasi, tetapi hanya melakukan observasi, dan menunggu hasil dari obervasi (pemeriksaan) tujuh hari berikutnya. Setelah tujuh hari, barulah diputuskan harus dilakukan tindakan atau tidak.

Bagaimana pendapat anda tentang perbedaan diagnosa dokter dari kedua rumah sakit tersebut ?

Menurut salah satu dosen FKM Unhas bagian MRS (Manajemen Rumah Sakit), Rini Anggraeni, SKM. M.Kes, menjelaskan bahwa pemberian tindakan maupun penentuan diagnosa yang berbeda dari rumah sakit, dapat disebabkan karena SOP (Standard Operasional Prosedure) dari tiap rumah sakit yang berbeda.

Categories: Kesehatan | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan di HMSC untuk pengembangan web blog ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: