Rumah Sakit Tanpa Kelas, Pertama di Indonesia


Kebijakan membangun rumah sakit tanpa kelas ini dinilai sangat baik.

Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi memberikan apresiasi atas kebijakan Walikota Pontianak, Sutarmidji, membangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak, Kalimantan Barat. 

Kebijakan membangun rumah sakit tanpa kelas ini dinilainya sangat baik untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, tanpa membeda-bedakan sosial ekonomi maupun agama, suku dan lain sebagainya.

“Tidak banyak rumah sakit tanpa kelas di Indonesia,” katanya usai meresmikan dan meninjau RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak, Rabu 24 Oktober 2012.

Menkes mengatakan bantuan dari Kementerian Kesehatan untuk rumah sakit ini sudah diberikan senilai Rp35 miliar. Itu mencakup biaya fasilitas rumah sakit.

Terkait kebutuhan sumber daya manusia (SDM) bagi rumah sakit ini, Nafsiah menjelaskan SDM terutama dokter untuk tahap sekarang dilakukan kerja sama dulu dengan rumah sakit lainnya.

Pemkot juga sudah memberikan beasiswa bagi 92 orang untuk melanjutkan pendidikan dokter spesialis.

Walikota Pontianak, Sutarmidji menjelaskan, pembangunan gedung secara keseluruhan senilai Rp60 miliar dan penataan kawasan rumah sakit juga akan diselesaikan pada tahun ini.

“Kita mendapat bantuan dari APBN senilai kurang lebih Rp24,7 miliar, sisanya dari APBD murni,” kata Sutarmidji.

Rumah sakit ini mengedepankan pelayanan secara profesional tanpa membedakan kelas-kelas yang ada. “Jadi masyarakat dari kalangan ekonomi lemah pun dia akan mendapat pelayanan yang sama,” katanya.

Artinya tarif jasa untuk pelayanan rawat inap, jasa sarana dan jasa pelayanan untuk tindakan, operasi, pemeriksaan, keseluruhannya disamakan bagi semua kamar. “Tarif pelayanan rawat inap hanya dibedakan berdasarkan biaya akomodasi kamar,” kata Sutarmidji.

Layanan kesehatan di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak ini dibuka secara bertahap. Untuk tahap pertama diresmikannya rumah sakit ini, yakni pelayanan klinik rawat jalan.

Kemudian tahap kedua pada tanggal 1 Januari 2013 mendatang akan dibuka pelayanan rawat inap bersalin, dan terakhir direncanakan pada tanggal 1 April 2013 akan dibuka seluruh jenis layanan rumah sakit termasuk rawat inap. (eh)

Sumber: VIVAnews ; Rabu, 24 Oktober 2012, 22:26 Sandy Adam Mahaputra, Aceng Mukaram (Pontianak)

Categories: Kesehatan | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan di HMSC untuk pengembangan web blog ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: