LAPORAN KEUANGAN


Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan suatu rumah sakit adalah alat dimna informasi yang dikumpulkan selama proses akuntansi dikomunikasikan kepada pihak yang membuat keputusan yang mempengaruhi kegiatan ekonomi rumah sakit / unit pelayanan kesehatan.

Bagi para analis laporan keuangan merupakan media yang penting untuk menilai prestasi dan kondisi ekonomi suatu perusahaan.Dan laporan keuangan juga menjadi bahan sarana informasi bagi para analis dalam proses pengambilan keputusan karena laporan keuangan dapat menggambarkan posisi keuangan perusahaan,hasil usaha perusahaan,dan arus kas perusahaan dalam periode tertentu.

 

  • Tujuan Laporan Keuangan

Tujuan disusunnya laporan keuangan adalah :

  1. Dapat memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenai ajtiva dan kewajiban serta modal suatu perusahaan.
  2. Untuk memberikan informasi keuangan mengenai perubahan dalam aktiva netto (aktiva yang dikurangi kewajiban) suatu perusahaan yang timbul dari kegiatan usaha dalam rangka memperoleh laba.
  3. Memberikan informasi keuangan yang membantu para pemakai laporan keuangan didalam menaksir potensi perusahaan dalam menghasilkan laba.
  4. Untuk memberikan informasi mengenai perubahan aktiva dan kewajiban perusahaan, seperti informasi mengenai aktivitas pembiayaan dan investasi.

 

  • Bagian-Bagian dari Laporan Keuangan
  1. 1.    Neraca (Balance Sheet)

yaitu laporan secara systematis yang menggambarkan posisi keuangan dari suatu perusahaan meliputi Assets (harta), Liabilities (hutang) dan Capital (modal). Neraca umumnya dibuat pada akhir periode akuntansi (akhir tahun) dan akhir periode (bulanan) dan dalam system akuntansi komputer neraca dapat dususun setiap saat bila diperlukan dan metode akuntansi perpetual memungkinkan neraca dapat divisual setiap saat.

Dalam neraca, terdapat 3 komponen dasar yaitu:

  1. a.    Harta/ Aktiva/ Assets

Terdiri dari:

–       Current Asset (Harta Lancar); yaitu setiap bentuk kekayaan yang dapat dimanfaatkan dalam waktu satu tahun, atu dengan kata lain harta yang dapat dicairkan dalam siklus operasi kurang dari satu tahun. Current Asset meliputi:

1)    Kas, dapat berupa:

  • Cash on hand, yaitu uang kertas ataupun uang koin
  • Cash in bank, yaitu seperti deposito, cek, bank draft, rekening giro dan rekening tabungan

2)    Piutang, dapat berupa:

  • Piutang Dagang (account receivable), merupakan pendapatan yang diperoleh dari sumber-sumber penghasilan utama yang tidak dibayar cash
  • Piutang Klien merupakan piutang yang dihasilkan dari pemberian jasa yang kemudian diharapkan menjadi cadangan kas. Cadangan-cadangan tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Charity allowances  yaitu cadangan dari selisih tariff dikurangi jumlah yang benar-benar ditarik bayaran (actually charged)
  2. Courtesy allowances yaitu mencadangkan sejumlah allowances sebesar : tariff dikurangi jumlah yang ditagih ke klien.
  3. c.    Double account allowances, merupakan selisih antara tarif dengan nilai yang tertera dalam perjanjian dengan pihak ketiga.

3)    Persedian (Inventories) seperti; obat, non-obat, atk, dll

4)    Pembayaran dimuka (advanced payment) seperti; sewa, asuransi kebakaran, pembayaran kapitasi, dll

 

–       Fixed Assets (Harta Tetap)

Merupakan setiap bentuk kekayaan yang dapat dimanfaatkan lebih dari satu tahun. Harta tetap digolongkan menjadi:

1)    Tangible (berwujud/ dapat dilihat) contohnya; tanah, gedung, peralatan dll

2)    Intangible merupakan biaya yang dikapitalisasikan seperti; patent dan goodwill (pendidikan, kredibilitas, dll)

 

  1. Kewajiban /  Passiva/ Liabilities

Antara lain terdiri dari:

–       Current Liabilities (Kewajiban Lancar) merupakan kewajiban-kewajiban perusahaan yang harus dibayarkan kurang dalam waktu kurang dari satu tahun. Termasuk di dalamnya adalah: hutang gaji/ honor (wages payable), hutang dagang (account payable), hutang jangka pendek yang dibayar perbulan dan hutang pajak.

–       Long-term Liabilities / Fixed Liabilities (Kewajiban Tetap) yaitu setiap bentuk kewajiban yang harus dipenuhi dalam waktu lebih dari satu tahun.

 

  1. c.    Fund Balance / Modal / equity

Merupakan kelebihan harta dari kewajiban yang terdiri dari:

–       Modal /  neraca dana awal

–       Laba/ sisa hasil usaha tahun lalu dan sisa hasil usaha tahun ini

 

Bentuk neraca  harus memenuhi persamaan akuntansi  dan umumnya berbentuk:

  1. Skontro/Horizontal. Dalam bentuk ini aktiva (harta) diletakan disebelah kiri sedangkan passiva (liabities+modal) diletakan disebelah kanan
  2. Report form/Laporan. Dalam bentuk ini aktiva (harta) diletakan disebelah atas sedangakan passiva (liabities+modal) diletakan disebelah bawah
  3. Capital Statement,  yaitu laporan yang menggambarkan akibat adanya selisih perhasilan dengan biaya dan unsur lainnya misalnya tambahan investasi (additional investment) atau pengambilan (withdrawals).

 

  1. 2.    Laporan Laba Rugi (Income Statement)

yaitu laporan systematis yang menggambarkan selisih penghasilan (reveneus) dengan Biaya (Expenses) yang terdiri dari:

  1. Pendapatan (revenues), merupakan pemasukan dari kegiatan organisasi. Dapat diuraikan dalam komponen sebagai berikut:
  • Pendapatan Operasional, yaitu setiap pendapatan yang berasal dari kegiata-kegiatan utama pelayanan organisasi
  • Pendapatan Non-Operasional, umumnya berasal dari bukan kegiatan utama organisasi seperti jasa parkiran dan penghasilan dari surat obligasi
  • Lain-lain, umumnya didapat dari sumbangan, hibah, dan penjualan harta tetap yang sudah habis masa hidupnya.

 

  1. Pengeluaran (Expenses) merupaan pengeluaran dari kegiatan operasional organisasi. Dapat diuraikan dalam komponen sebagai berikut ini:
  • Pengeluaran Operasional, terdiri dari: – Pengeluaran operasional langsung yaitu pengeluaran yang dilakukan untuk membiayai kegiatan pelayanan. – Pengeluaran operasional tidak langsung yitu pengeluaran yang digunakan untuk membiayai kegiatan pelayanan tidak langsung seperti pantry dan kebersihan
  • Pengeluaran non-operasional, biasanya meliputi pebiayaan bagi kegiatan di bidang administrasi . manajerial
  • Lain-lain, biasanya terkait dengan biaya sumbngan, bunga pinjaman, kerugian penjualan surat berharga, dan kerugian terhadap penjualan barang yang telah habis masa hidupnya.

 

  1. 3.    Laporan Arus Kas (Cash Flow)

Karena pendapatan tidak secara langsung berhubungan dengan penerimaan kas dan juga pengeluaran / pembayaran kas adalah mungkin bagi suatu organisasi untuk melaporkan sejumlah net income  tetapi sesungguhnya mengalami kesulitan/ kurangnya kas. Laporan arus kas dibuat dengan tujuan untuk memberikan informasi yang diperlukan untuk menilai kemampuan manajemen untuk menggunakan sumber kasnya secara efektif.

Tanggung jawab manajemen meliputi beroperasi dengan menguntungkan dan membiayai operasi dengan cara yang dapat menerima tingkat hutang yang dapat dibayar kembali tanpa memberi resiko kolaps atau diambil alih.

Laporan arus kas dibagi menjadi tiga bagian:

  • Bagian pertama menampilkan laporan operasi kas
  • Bagian kedua meringkas keputusan investasi (misalnya pembelian dan penjualan harta tetap)
  • Bagian ketiga meliputi keputusan pembiayaan yang dibuat manajemen selama tahun tersebut, yaitu berhubungan dengan perolehan dan pembayaran hutang jangka panjang dan transaksi modal kepemilikan.

 

Kas yang dihasilkan dari operasi digabungkan dengan kas yang dihasilkan atau digunakan untuk transaksi investasi ditambah kas yang dihasilkan atau digunakan untuk transaksi pembiayaan menerangkan perubahan dalam cash account selama periode tersebut.

            Rumus untuk laporan arus kas:

 

  1. 4.    Laporan Perubahan Modal (Change in Fund Balance)

yaitu laporan yang menyajikan perubahan modal karena penambahan dan pengurangan dari laba/rugi dan transaksi pemilik. Laporan perubahan modal atau laporan ekuitas pemilik melaporkan perubahan ekuitas pemilik selama jangka waktu tertentu. Laporan terebut dipersiapkan setelah laporan laba rugi, karena laba bersih atau rugi bersih periode berjalan harus dilaporkan dalam laporan ini.

Demikian juga dengan laporan perubahan modal ini. Harus dipersiapkan sebelum mempersiapkan neraca, karena jumlah modal pada akhir periode harus dilaporkan di neraca. Oleh karena itu, laporan perubahan modal seringkali dipandang sebagai penghubung antara laporan laba rugi dengan neraca.

Ada tiga jenis transaksi yang mempengaruhi perubahan modal, antara lain:

  1. Investasi.
  2. Pendapatan dan beban.
  3. Penarikan oleh pemilik atau yang biasa dikenal dengan istilah prive.
  • Prinsip Dasar Laporan Keuangan

Laporan keuangan mempunyai sifat dan prinsip dasar yang harus dipahami oleh setiap analisis dalam rangka melakukan analisis laporan keuangan. Prinsip yang mendasari setiap sifat dari cirri laporan keuangan dan output akuntansi lainnya adalah sebagai berikut :

  1. a.    Accounting Entity

Yang menjadi focus akuntansi adalah entity tertentu yang harus jelas memisahkan hak dan kewajiban pemilik atau pihak lain dengan entity perusahaan. Keduanya terpisah dari bahan entity yang lain, sehingga transaksi dicatat untuk kepentingan dan dari sudut posisi perusahaan tertentu yang terpisah dari pemiliknya.

b. Going Concern

Dalam penyusunan laporan keuangan harus dianggap bahwa perusahaan yang dilaporkan pada masa yang akan dating, kecuali dinyatakan lain. Sehingga nilai yang dilaporkan tidak akan sama dengan nilai sekarang / liquiditas.

  1. b.    Measurement

Akuntansi adalah media pengukur kekayaan ekonomi (Ekonomic Resources) dan kewajiban (Liability) beserta perubahannya.

  1. c.    Time Period

Laporan keuangan menyajikan informasi untuk suatu waktu atau periode tertentu. Harus ada batas waktunya bukan tanpa batas. Akuntansi memang mencatat keadaan perusahaan yang dianggap terus beroperasi. Karena itu pemakai laporan keuangan harus menetapkan cutoff atau periodenya.

  1. d.    Monetary Unit

Pengukuran dalam akuntansi adalah bentuk yang mempunyai ukuran uni moneter misalnya; Rupiah, Dolar, Peso, Ringgit bukan kuran kuantitatif lainnya.

  1. e.    Accural

Penentuan pendapatan dan biaya dari posisi harta dan kewajiban ditatapkan tanpa melihat apakah transaksi kas telah dilakukan.

  1. f.      Exchange Price

Nilai yang terdapat dalam laporan keuangan umumnya didasarkan pada harga pertukaran yang timbul dari interaksi dua pihak pada suatu kejadian.

  1. g.    Approximation

Dalam akuntansi tidak dapat dihindarkan penaksiran-penaksiran separti penaksiran umum, taksiran harga, pemilihan prinsip pencatatan, penggunaan asset, dan sebagainya.

  1. h.    Judgement

Dalam penyusunan laporan keuangan banyak diperlukan pertimbangan-pertimbangan berdasarkan keahlian akuntansi, baik pertimbangan pemilihan alternative prinsip maupun pemilihan cara penyajian lainnya.

  1. i.      General Purpose

Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan yang dihasilkan akuntansi keuangan ditujukan buat pemakai secara umum, bukan pemakai khusus atau pemakai tertentu.

  1. j.      Interelated Statement

Neraca daftar laba rugi, dan laporan sumber dan penggunaan dana atau laporan keuangan lainnya mempunyai hubungan yang erat yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya dalam penentuan pengambilan keputusan.

  1. k.    Substance Over Form

Akuntansi lebih menekankan kenyataan ekonomis suatu kejadian daripada bukti legalnya, misalnya dalam Akta Notaris Modal telah dinyatakan dan disetor penuh tetapi kenyataan setoran (transaksi) belum ada maka akuntansi berpihak pada kenyataan yang sebenarnya.

  1. l.      Materiality

Laporan keuangan hanya memuat informasi yang dianggap penting. Dan didalam setiap pertimbangan yang dilakukan tetap melihat signifikasinya yang diukur dari pengaruh informasi kepada pengambilan keputusan.

Disamping sifat-sifat tersebut sebenarnya juga ada sifat-sifat lain yang terkadang dalam akuntansi keuangan antara lain:

  • Laporan Historis

Laporan keuangan pada hakekatnya mencatat informasi yang sudah terjadi, tidak mencatat transaksi yang akan terjadi.

  • Classification
    Informasi melalui laopra keuangan sesuai dengan kepentingan pemilik, kreditur, dan pemakai lainnya.
  • Summarization

Transaksi dan kejadian yang sama dalam perusahaan dikelompokkan dan diiktisarkanmenurut metode tertentu sesuai  dengan pola yang sudah mapan dalam akuntansi.

  • Measurement Basis

Dasar pengukuran yang dilakukan dalam akuntansi ada bermacam-macam seperti; cost, market, LOCOM (Lower of Cost is Market), Net Realizable Value, Discounted Value, Replacement cost, dan lain-lain.

  • Veriability
    Setiap informasi dalam laporan keuangan dapat dibuktikan melalui bukti-bukti yang sah disebut juga objectivity.
  • Conservatism
    Perusahaan biasanya memiliki kejadian-kejadian yang tidak pasti (Uncerfainly) atau yang belum terjadi. Dalam hal seperti ini laporan keuangan memilih angka yang kurang menguntungkan. Laporan keuangan memilih dan menilai asset dan pendapatan yang paling minimal. Misalnya rugi yang belum direalisir tapi sudah ada dasar yang dapat dicatat, sedang laba yang belum direalisir sudah ada ibdikasi laba belum dapat dicatat sebagai laba.
  • Technical Terminologi

Banyak istilah yang digunakan dalam laporan keuangan mampukan tekhnisi akuntansi yang dimilikinya dan punya pengertian dibidangnya yang berlaku khusus
untuk akuntansi berbeda dengan umum yang harus dipahami oleh pembaca.

  • Audience
    Pemakai laporan keuangan dianggap sebagai dunia bisnis, dan mereka yang sudah dianggap tahu istilah akuntansi dan bisnis.

 

  • Pemakai Laporan Keuangan

            Laporan keuangan merupakan komoditi yang bermanfaat dan dibutuhkan oleh masyarakat,karena dapat memberikan informasi yang dibutuhkan para pemakainya.

Para pemakai laporan keuangan beserta kegunaannya, yaitu:

a)    Pemegang saham, yang inginmengetahui kondisi keuangan perusahaan,aset,utang,modal,hasil,biaya,dan laba.Ia juga ingin melihat prestasi perusahaan,ingin mengetahui jumlah dividen yang akan diterima,jumlah pendapatan per saham dan juga ingin mengetahui perkembangan perusahaan dari waktu ke waktu.Dari informasi ini pemegang saham dapat mengambil keputusan apakah ia akan mempertahankan sahamnya,menjual atau menambahnya.Semua tergantung pada kesimpulan yang diambil dari informasi yang terdapat dalam laporan keuangan.

b)    Investor, akan melihat kemungkinan potensi keuntungan yang akan diperoleh dari perusahaan yang dilaporkan.

c)    Analis pasar modal selalu ingin mengetahui nilai perusahaan,kekuatan dan posisi keuangan perusahaan Apakah layak disarankan untuk dibeli sahamnya,dijual atau dipertahankan.Informasi ini akan disampaikan pada langganannya berupa investor baik individual maupun lembaga.

d)    Manajer, ingin mengetahui situasi ekonomi perusahaan yang dipimpinnya.

Seorang manajer selalu dihadapkan pada seribu satu masalah yang memerlukan keputusan cepat dan tepat.Untuk sampai pada keputusan tepat, ia harus mengetahui selengkap-lengkapnya kondisi keuangan perusahaan baik posisi semua pos neraca (aset,utang,modal) maupun laba/rugi.

e)    Karyawan perlu mengetahui kondisi keuangan perusahaan untuk menetapkan apkah ia masih terus bekerja distu atau pindah.Ia juga perlu mengetahui hasil usaha perusahaan supaya bisa menilai apakah penghasilan yang diterimanya adil atau tidak.Dan ia juga ingin mengetahui cadangan dana pensiun,asuransi kesehatan dan jamsostek.

f)     Pemberi dana (kreditur) sama halnya dengan pemegang saham dan investor,ia juga ingin mengetahui informasi tentang kondisi perusahaan baik yang sudah diberi pinjaman maupun yang akan diberi pinjaman.Bagi yang sudah diberi pinjaman,laporan keuangan dapat menyajikan informasi tentang penggunaan dana yang diberikan dan kondisi keuangan.Sedangkan bagi perusahaan calon debitur, laporan keuangan dapat menjadi sumber informasi untuk menilai kelayakan perusahaan untuk menerima kredit yang akan diluncurkan.

g)    Pemerintah atau lembaga pengatur resmi sangat membutuhkan laporan keuangan, karena ingin mengetahui apakah perusahaan telah mengikuti peraturan yang telah ia tetapkan.Misalnya Bank Indonesia telah menetapkan peraturan yang harus dilaksanakan bank seperti Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK).Informasi ini dapat dibaca dari laporan keuangan.

h)   Instansi pajak dapat menggunakan laporan keuangan sebagai dasar menentukan kebenaran perhitungan pajak,pembayaran pajak,pemotongan pajak,dan juga sebagai dasar penindakan.

i)     Peneliti/akademis/lembaga peringkat, bagi mereka laporan keuangan sangat penting sebagai data primer dalam melakukan penelitian terhadap topik tertentu yang berkaitan dengan laporan keuangan.Laporan keuangan inilah yang menjadi bahan dasar yang diolah untuk mengambil kesimpulan dari suatu hipotesis atau penelitian yang dilakukan. 

 

  • Analisis Laporan Keuangan

Analisis laporan keuangan meliputi penelaahan tentang hubungan dan kecenderungan atau trend untuk mengetahui apakah keadaan keuangan, hasil usaha, dan kemajuan keuangan perusahaan memuaskan atau tidak memuaskan. Analisis dilakukan dengan mengukur hubungan antara unsur-unsur laporan keuangan dan bagaimana perubahan unsur-unsur itu dari tahun ke tahun untuk mengetahui arah perkembangannya.

Dalam menganalisis laporan keuangan masing-masing pihak mempunyai kepentingan sendiri-sendiri. Perbedaan kepentingan akan membawa perbedaan dalam cara menganalisis laporan keuangan dan perbedaan dalam tekanan-tekanan yang diberikan pada analisis tersebut. Dengan kata lain penafsiran atas hasil analisis laporan keuangan suatu perusahaan akan tergantung pada kedudukan dan kepentingan masing-masing pihak terhadap perusahaan yang bersangkutan.

 

–       Metode dan Teknik Analisis

Ada beberapa macam metode dan teknik analisis laporan keuangan yang dapat dibuat. Metode dan teknik analisis laporan keuangan tersebut antara lain seperti disebutkan di bawah ini:

  1. Analisis perbandingan neraca, laporan laba-rugi, dan laporan laba yang ditahan dengan menunjukkan:
    1. data absolut (jumlah dalam rupiah);
    2. kenaikan dan penurunan dalam jumlah rupiah;
    3. kenaikan dan penurunan dalam persen;
    4. perbandingan yang dinyatakan dalam ratio;
    5. persentase dari total.
  2. Analisis perubahan modal kerja
  3. Analisis trend dari ratio unsur-unsur neraca dan data operasi yang ada kaitannya.
  4. Analisis persentase per komponen dari neraca dan laporan laba-rugi.
  5. Analisis ratio yang memperlihatkan hubungan beberapa unsur neraca, laporan laba-rugi, dan kedua laporan keuangan tersebut.
  6. Analisis perbandingan dengan ratio industri.
  7. Analisis perubahan pendapatan netto atau analisis perubahan laba bruto.
  8. Analisis titik impas atau analisis break-even point.

 

–       Jenis Analisis

Ada beberapa jenis analisis yang dapat dilakukan, yakni: analisis internal, analisis eksternal, analisis horizontal, dan analisis vertical.

  • Analisis Internal

Yaitu analisis yang dilakukan oleh mereka yang bisa mendapatkan informasi yang lengkap dan terperinci mengenai suatu perusahaan.  demikian terutama dilakukan oleh manajemen dalam mengukur efisiensi usaha dan menjelaskan perubahan yang terjadi dalam kondisi keuangan. Bagi seorang penganalisis intern, selain laporan-laporan keuangan yang diumumkan pada publik, juga tersedia laporan-laporan intern yang biasa tidak diumumkan dan hanya dipakai untuk maksud-maksud intern.

  • Analisis Eksternal

Yaitu analisis yang dilakukan oleh mereka yang tidak bisa mendapatkan data yang terperinci mengenai suatu perusahaan. Analisis demikian dilakukan oleh bank-bank, para kreditur, pemegang saham, calon pemegang saham dan lain-lain seperti dalam hal mengukur tingkat likuiditas dan profitabilitas. Bagi seorang penganalisis ekstern hanya tersedia laporan-laporan keuangan yang lazimnya diumumkan pada publik yaitu neraca dan laporan laba-rugi. Karena terbatasnya data yang bisa didapatkan oleh penganalisis ekstern maka analisis tersebut tentu tidak bisa sedemikian mendalam seperti yang dilakukan oleh seorang penganalisis intern.

  • Analisis Horisontal

Yaitu analisis perkembangan data keuangan dan data operasi perusahaan dari tahun ke tahun guna mengetahui kekuatan aatu kelemahan keuangan perusahaan yang bersangkutan. Analisis ini terdiri dari Comparative statements dan Index Number Series

  • Analisis Vertikal

Yaitu analisis laporan keuangan yang terbatas hanya pada satu periode akuntansi saja. Analisis ini terdiri dari Common Size financial statement dan Ratio Analysis.

Seringkali laporan keuangan disederhanakan untuk mengetahui posisi relatif suatu rekening dalam laporan keuangan. Teknik penyederhanaannya yaitu:

  • Teknik Analisis Common Size

Analisis ini merubah angka-angka yang ada dalam neraca dan laporan laba-rugi menjadi persentase berdasarkan dasar tertentu. Untuk angka-angka yang ada di neraca, common base-nya adalah total aktiva. Dengan kata lain, total aktiva dipergunakan sebagai 100%

  • Teknik Analisis Indeks

Analisis ini merubah semua angka dalam laporan keuangan pada tahun dasar menjadi 100. Pemilihan tahun dasar adalah tahun yang dipandang sebagai tahun normal, bukan selalu tahun yang paling awal. Demikian analisis ini dilakukan untuk melihat perkembangan dari waktu ke waktu.

 

 

 

–       Prosedur analisis meliputi tahapan sebagai berikut:

  1. Review Data Laporan Keuangan

Merupakan aktivitas penyesuaian data laporan keuangan terhadap berbagai hal, baik sifat/jenis perusahaan yang melaporkan maupun system akuntansi yang berlaku.

  1. Menghitung

Dengan menggunakan berbagai metode dan teknik analisis dilakukan perhitungan-perhitungan, baik metode perbandingan, persentase per komponen, analisis rasio keuangan, dan lain-lain.

  1. Membandingkan/Mengukur

Langkah berikutnya setelah melakukan perhitungan adalah membandingkan/mengukur. Langkah ini diperlukan guna mengetahui kondisi hasil perhitungan tersebut.

  1. Menginterpretasi

Interpretasi merupakan inti dari proses analisis sebagai perpaduan antara hasil pembandingan/pengukuran  dengan kaidah teoritik yang berlaku. Hasil interpretasi mencerminkan keberhasilan maupun permasalahan apa yang dicapai perusahaan dalam pengelolaan keuangan.

  1. Solusi

Merupakan langkah terakhir dari rangkaian prosedur analisis. Dengan memahami problem keuangan yang dihadapi perusahaan maka akan ditempuh solusi yang tepat.

  • Analisis Rasio Keuangan

Analisis rasio keuangan merupakan analisis dengan jalan membandingkan suatu pos dengan pos laporan keuangan lainnya baik secara individu maupun bersama-sama guna mengetahui hubungan di antara pos-pos tertentu baik dalam neraca maupun laporan laba-rugi. Berikut ini kategori rasio keuangan menurut Weston dan Brigham:

Rasio

Tujuan Penggunaan

Rasio Likuiditas

Untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiabn jangka pendeknya.

Rasio Leverage

Untuk mengukur sejauhmana kebutuhan keuangan perusahaan dibelanjai dengan dana pinjaman.

Rasio Aktivitas

Untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam mengoperasikan dana.

Rasio Profitabilitas

Untuk mengukur efektivitas manajemen yang tercermin pada imbalan hasil dari investasi melalui kegiatan penjulan.

Rasio Pertumbuhan

Untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mempertahankan kedudukannya dalam pertumbuhan perekonomian dan dalam industri.

Rasio Valuasi

Untuk mengukur performance perusahaan secara keseluruhan, karena rasio ini merupakan pencerminan dari rasio resiko dan rasio imbalan hasil

 

 

 

 

 

  • Contoh Laporan Keuangan

1. Laporan laba/rugi

 

Gay Gillen eTravel

Laporan Laba/Rugi

Per 31 Desember 2009

 

Pendapatan

            Pendapatan jasa…………………………………………………..Rp 8.500.000

Beban :

            Beban gaji……………………………………………..Rp 1.200.000

            Beban sewa…………………………………………..Rp 1.100.000

            Beban sewa guna usaha…………………………Rp    600.000

            Beban utilitas…………………………………………Rp    400.000

                                                                                                                  +

                   Total beban…………………………………… Rp   3.300.000

Penghasilan Bersih ………………………………………………………..Rp 5.200.000

 

 

2. Laporan perubahan modal

Gay Gillen eTravel

Laporan perubahan modal

Per 31 Desember 2009

 

 

 

 

 

    Modal Vito…………………………………………………………..Rp 30.000.000

            Laba bersih………………….Rp  5.200.000

           Prive Vito…………………….Rp ( 2.000.000)

Penambahan modal…………………………………..Rp   3.200.000 +

                    Modal Vito per 31 Desember 2009…………….Rp  33.200.000

 

3. Neraca

 

Gay Gillen eTravel

Neraca

Per 31 Desember 2009

 

Aktiva                                                                                         Kewajiban

 

Kas……………………………Rp 19.900.000           Utang usaha.Rp     200.000

Piutang usaha……………..Rp   2.000.000                                     Modal

Perlengkapan kantor……Rp      500.000          Modal Vito……Rp33.200.000

Tanah………………………..Rp  11.000.000+

Total aktiva…………………Rp 33.400.000               Total U+M     Rp33.400.000

 
   

 

 

4. Laporan Arus kas

 

Gay Gillen eTravel

Laporan Arus Kas

Per 31 Desember 2009

 

 

Arus kas dari aktivitas operasi :

    Penerimaan:

Penagihan dari pelanggan(Rp5500000+Rp1000000)……..Rp  6.500.000

Pembayaran:

    Pada pemasok……………………..Rp (2.400.000)

    Pada karyawan…………………….Rp (1.200.000)

 Rp(3.600.000)

 Arus kas masuk bersih dari kegiatan operasi………………..Rp 2.900.000

 

Arus kas dari aktivitas investasi:

     Perolehan tanah………………………..Rp(20.000.000)

     Penjualan tanah………………………..Rp    9.000.000

Arus kas keluar bersih dari aktivitas investasi….Rp  (11.000.000)

 

Arus kas dari aktivitas pembiayaan:

      Investasi pemilik……………………….Rp 30.000.000

      Penarikan pemilik…………………….Rp (  2.000.000)

           

      Arus kas masuk bersih dari aktivitas pembiayaan……..Rp 28.000.000

      Kenaikan kas bersih……………………………………………..Rp 19.900.000

Saldo kas per 31 Desember 2009…………………………………Rp 19.900.000

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Arif. 2009. Laporan Keuangan. Sumber: http://dasar-akuntansi.blogspot.com/2009/09/laporan-keuangan-dasar-dasar-akuntansi.html , diakses pada tanggal 26 Mei 2012

Syafrizal.  2009. Prinsip Dasar Laporan Keuangan. Sumber: http://shelmi.wordpress.com/2009/03/31/prinsip-dasar-laporan-keuangan/ , diakses pada tanggal 26 Mei 2012

Anita. 2011. Metode Analisis Laporan Keuangan. Sumber: http://anitawulan.wordpress.com/2011/02/27/metode-analisis-laporan-keuangan/ , diakses pada tanggal 26 Mei 2012

Alimin. 2012.            Manajemen Keuangan. Sumber: Powerpoint mata kuliah Manajemen Keuangan. FKM-Universitas Hasanudin

Rahmat. 2012. Manfaat Laporan Keuangan. Sumber: blog.re.or.id/manfaat-laporan-keuangan.html  , diakses pada tanggal 26 Mei 2012

Categories: Kesehatan | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan di HMSC untuk pengembangan web blog ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: