Perlunya UU Perumahsakitan Menghadapi Pasar Bebas

Oleh Drg Munifah

Dinamika & tantangan strategis yang mendasar seperti globalisasi, liberalisasi perdagangan dan pelayanan melalui kesepakatan internasional akan berpengaruh terhadap berbagai aspek penyelenggaraan kesehatan dan memerlukan kesiapan pemerintah beserta masyarakat. Arus informasi dan mobilitas penduduk menjadi begitu cepat menembus batas wilayah dan negara yang dapat berdampak positif juga berdampak negatif bagi pembangunan kesehatan.
Hasil sidang WTO di Jenewa beberapa bulan lalu membuahkan kesepakatan baru yakni diketoknya penawaran Indonesia berupa tujuh sektor jasa untuk diliberalisasi di World Trade Organization (WTO). Sektor kelima dan keenam dari tujuh sektor tersebut adalah kesehatan dan rumah sakit. Kini Rumah sakit tidak lagi hanya dikuasai oleh sektor kesehatan (Depkes), malahan kini telah memasuki rana perdagangan dan industri, jadi salah satu item perdagangan internasional. Ini dipandang mengancam akses penduduk golongan menengah ke bawah terhadap pelayanan kesehatan. Padahal pelayanan kesehatan dan pendidikan disepakati sebagai hak asasi manusia, dan pemerintah bertanggung jawab memfasilitasi, sebagaimana ditegaskan dalam pasal 28 serta pasal 34 UUD 1945 dan UU No 23/1992.
Adanya perdagangan bebas, tenaga medis dari mancanegara akan berdatangan dan menyerbu pasar Indonesia, hal ini perlu diantisipasi secara serius. Begitu juga dengan makin banyaknya investor asing yang seakan berlomba-lomba berbisnis di sektor perumahsakitan diberbagai wilayah di Indonesia. Di DKI dan sekitarnya saja dalam setahun belakangan ini berdiri puluhan RS dengan desain arsitektur modern dan serba lux, dilengkapi fasilitas dan alat kesehatan bertehnologi canggih. gara yang dapat berdampak positif juga berdampak negatif bagi pembangunan kesehTentunya, pelayanan kesehatan semakin tidak terjangkau dan menimbulkan diskriminasi dalam masyarakat. Sementara sebagian besar masyarakat kita adalah masyarakat ekonomi lemah yang membutuhkan pelayanan kesehatan dengan biaya terjangkau.
Ditambah lagi, belum lama ini ada tiga RS pemerintah yang berubah status jadi perseroan terbatas (PT), yaitu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasar Rebo, RSUD Cengkareng, dan RS Haji, di lingkungan Pemerintah DKI Jakarta juga sangat disesalkan banyak pihak karena dinilai mengedepankan aspek bisnis daripada fungsi pelayanan sosial RS.
Kontrol dan pengawasan terhadap RS pemerintah maupun swasta sebagai sarana pelayanan kesehatan masyarakat mutlak diperlukan sebagai solusi berbagai problematika tersebut diatas. Inilah yang menjadi pijakan perlunya UU perumahsakitan yang mengatur pelaksanaannya.
UUU perumahsakitan nantinya harus dapat mengarahkan pelayanan RS sesuai dengan UUD 1945 dengan tetap memperhatikan aspek kualitas dan peningkatan mutu pelayanan demi suksesnya pembangunan kesehatan dalam rangka mencapai visi Indonesia Sehat 2010.
UU perumahsakitan ini diharapkan juga memberikan rambu-rambu kualitas dan efisiensi pelayanan kesehatan yang mendasar dan esensial dapat dipenuhi pada tingkat yang paling minimal secara nasional dan dapat mengurangi kesenjangan pada pelayanan kesehatan. Disamping itu, dengan melalui upaya akreditasi diharapkan di masa depan RS dapat memenuhi standar pelayanan yang telah ditetapkan.
UU perumahsakitan ini merupakan bekal yang harus segera disiapkan untuk memperbaiki manajemen dan pelayanan RS dewasa ini dalam rangka menghadapi pasar bebas.

dikutip dari : http://www.pelita.or.id/baca.php?id=61714

Categories: Kesehatan | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan di HMSC untuk pengembangan web blog ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: